Pengikut

Selasa, 07 April 2009

Rumor dan Fakta Seputar Kesehatan

Membunyikan buku-buku jari bisa menyebabkan artritis

Fiksi. Kalau Anda menderita osteoartritis, itu tak ada hubungannya dengan kebiasaan membunyikan persendian tangan. Mount Carmel Mercy Hospital di Amerika Serikat membandingkan 74 orang (usia 45 tahun ke atas) yang punya kebiasaan membunyikan jari-jari tangannya dengan 226 orang yang tidak memiliki kebiasaan tersebut. Hasilnya, tidak ada perbedaan risiko osteoartritis pada kedua kelompok tersebut. Tetapi ada baiknya kalau kita menghentikan kebiasaan yang mengganggu tersebut. Beberapa penelitian ilmiah mengatakan kalau kebiasaan membunyikan persendian jari-jari tangan bisa menyebabkan lemahnya genggaman tangan dan mengurangi ketangkasan jari-jemari kita. Osteoartritis sendiri lebih disebabkan oleh faktor usia dan genetik.

Anjuran: Coba alihkan rasa gelisah dengan melakukan kegiatan yang melibatkan tangan, misalnya dengan menggambar atau mencoret-coret kertas. Kalau masih juga tidak bisa berhenti, pasang karet gelang di pergelangan tangan. Setiap kali melakukan kebiasaan buruk tersebut, jepret diri Anda sendiri. Tetapi yang paling utama adalah menemukan sumber stres dan membereskannya.

Sumber: http://www.kompas.com

Solusi Sesak Nafas: untuk diri sendiri,ha..ha..

Mengatasi Sesak Nafas
Bila anda mengalami gangguan pernafasan, lakukanlah latihan di bawah ini yang dapat membantu melegakan pernafasan anda. Lakukan latihan ini dua kali sehari, lima sampai sepuluh menit sampai anda terbiasa melakukannya.
Pernafasan perut

Berbaring dengan enak dan letakkan bantal di bawah kepala. Tekuk lutut dan rilekskan perut.

Tekan perut dengan satu tangan perlahan tetapi cukup keras untuk menciptakan tekanan. Letakkan tangan lain di dada.

Lalu bernafaslah perlahan dari hidung dengan menggunakan otot-otot perut. Tangan yang berada di atas perut harus diangkat pada saat menarik nafas dan letakkan kembali pada saat membuang nafas. Tangan yang lain tetap berada di atas dada dan usahakan agar tidak bergerak-gerak.

Bernafas melalui mulut

Bernafaslah perlahan melalui hidung untuk menghindari tertelannya udara. Tahan nafas anda sambil menghitung satu, 1000, dua, 1000, tiga, 1000.

Majukan bibir anda seperti hendak bersiul. Lalu, buang nafas pelan-pelan melalui bibir yang dimajukan sambil menghitung satu, 1000, dua, 1000, tiga, 1000, empat, 1000, lima, 1000, enam, 1000.

Anda harus membuat suara siul perlahan saat membuang nafas. Nafas yang dibuang melalui bibir yang dimajukan akan mengurangi kecepatan bernafas dan membantu menghilangkan udara yang lama terperangkap dalam paru-paru.

Saat melakukan pernafasan melalui mulut selama aktivitas, tarik nafas sebelum bergerak, dan buang nafas saat aktivitas.

Bila ritme cara menghitung di atas tidak tepat, temukan cara menghitung sendiri yang lebih cocok. Harus terus diperhatikan agar selalu membuang nafas lebih lama daripada saat menarik nafas.

sumber: http://jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=070710113240&off=0

Rabu, 07 Januari 2009

Nggak Balik Modal

Nggak bermaksud apa2 seh, cuma pengen numpahin sedikit batu meteor masalah yang lumayan lama nangkring di otak.
Awalnya pengen ikut kursus bahasa Inggris biar nggak kesasar pas jalan-jalan keluar negeri. Maka mendaftarkan dirilah aku kesalah satu tempat kursus yang ada di Kota ku yang ku lihat dari selebaran2 brosur. cerita punya cerita neh, akhirnya jadi ngedaftar juga. 1 minggu lagi Saya hubungi, kata Si Bapak yang ngelola. Seminggu berlalu, aku dikasih jadwal les, tapi aku dapat giliran malamnya. Gila aja!!! Malal2 masih keluyuran???!! Bisa2 kena gorok ama Buapak entar. Aku batalin donk.
Oke, akan dicarikan jadwal siang ato sore kata Si Bapak lagi. Ehhh...lagi lagi lagi lagi nggak dapat. Kejadian ini terus aja berlangsung selama berbulan2... uang pendaftaran????????????
Itu dia. Aku batalin aja kursusnya. Emang belom saatnya kali yaaa.
Truz, aku minta balik dong tuh duit, jumlahnya 225ribu, berarti banget buat manusia-manusia seperti ini. Lebih-lebih diakhir bulan gini.
Alih alih berdalih si bapak itu ya nggak juga mentransfer tuh duit. MENYEBALKAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNNNNNNN.!!!!!!!!!!!!!

Malah, pas di SMS nggak dibales. Di telfon, nggak diangkat.
Untuk kali ini positive thinking udah nggak jalan neh. Udah kayak mau melarikan diri aja tuh bapak.

Hingga batas kesabaranku habis, aku ngajak temenku yang lumayan galak buat mendatangi TKP. Alaaaaahhh!!! Apa sih TKP???!!!

WOW!! ketemu lagi ama tu bapak. Tau nggak apa alasan si bapak nggak nransfer duit yang bukan haknya itu?? sibuklah, no.rekening yang ku kasih hilang lahhhh. Aaaaarrrrrrrrrggggghhhh!!! Pengen ku tonjok aja tu bapak punya jidat. Tapi, mengingat Si Malin Kundang niat itu ku batalkan saja.

Lagi-lagi si bapak alih berdalih. "nggak nyimpen uang cash Mbak" katanya.
Alaaaaahhhhh.....
"ntar sore Saya transfer ya" ujarnya membela diri.
aku mau ngomong apa coba???!!! Blank. Otakku kosong ( biasanya joga kosong kok, he..he..). Untung aku bawa de bodigad, dia tuh yang sewot ama si bapak. he.. aku mah mana berani.

intinya, lagi-lagi hari ini aku nggak ada duit. kita tunggu aja entar sore, di transfer atao nggak.